Sistem reproduksi wanita seperti sistem tubuh lainnya, yang bisa berpotensi organ reproduksi wanita terserang penyakit. Apakah kamu sudah tahu girls?

Ternyata penyakit reproduksi wanita tidak hanya satu, namun bisa berbagai macam. Penyakit itu bisa menyerang bagian per bagian organ reproduksi wanita. Yuks simak penjelasan di bawah ini ya girls.

 

Gangguan yang menyerang vulva dan vagina

Ada beberapa penyakit organ reproduksi wanita yang menyerang vulva dan vagina, diantaranya:

  • Vulvovaginitis

Girls, apakah kamu pernah merasakan gatal, muncul kemerahan dan cairan di sekitar daerah vagina dan vulva?. Ternyata 30 % wanita berpotensi mengalami kondisi itu.

Gejala itu pertanda munculnya vulvovaginitis yaitu peradangan yang menyerang vulva dan vagina. Vulvovaginitis bisa terjadi karena penggunaan sabun cuci ketika membersihkan celana dalam atau penggunaan sabun mandi yang membuat kulit area kewanitaan sensitif dan iritasi.

Selain itu vulvovaginitis bisa terjadi karena tidak menjaga kebersihan dengan baik yang berpotensi tumbuhnya jamur candida di vagina. Contoh kebersihan tidak baik misalnya setelah buang air kecil membersihkan dari anus ke vulva yang bisa mengundang bakteri yang tersisa dari anus.

  • Nonmenstrual

Nonmenstrual merupakan perdarahan yang terjadi bukan karena fase menstruasi. Perdarahan bisa terjadi karena adanya penumpukan zat asing dalam vagina, contohnya adanya penumpukan sisa tisu toilet ketika membersihkan vulva setelah buang air kecil. Perdarahan juga bisa terjadi karena uretra berdarah akibat benturan. Dan perdarahan bisa terjadi ketika mengalami cedera saat vagina terpentok sepeda atau mengalami trauma karena pelecehan seksual.

 

Gangguan yang menyerang indung telur dan tuba fallopi

Penyakit organ reproduksi wanita tidak hanya menyerang vulva dan vagina, tapi juga bisa menyerang indung telur dan tuba fallopi yang memunculkan beberapa penyakit diantaranya:

  • Sindrom ovarium polisistik

Sindrom ini terjadi ketika ovarium memproduksi lebih banyak hormon androgen (hormon pria).  Kelebihan hormon itu membuat munculnya kista pada indung telur. Gangguan ini pada umumnya muncul ketika masa remaja.

  • Kista indung telur

Kista yang berada di indung telur ini berupa kelenjar yang mengandung cairan, zat semi-padat. Kista bisa menyebabkan perut terasa nyeri karena kelenjar itu menekan organ di area indung telur.

Pada kasus umumnya, kista ini bisa menghilang tanpa perawatan khusus. Tapi kista bisa tumbuh besar yang menyakitkan, pada umumnya dokter akan memberi pil KB untuk menghambat tumbuhnya kista atau operasi pengambilan kista.

  • Tumor indung telur

Gangguan tumor indung telur jarang terjadi, tapi jika itu terjadi akan membuat wanita merasakan nyeri dan tekanan pada perut bagian atas. Untuk menanganinya dibutuhkan tindakan pengambilan tomor.

  • Endometriosis

Endometriosis merupakan jaringan menyerupai endometrium (selaput lendir rahim) yang tumbuh diluar rahim seperti rongga panggul, tuba fallopi atau indung telur. Tumbuhnya jaringan endometriosis akan mengakibatkan perdarahan, menstruasi yang terasa sakit sekali, dan area panggul terasa nyeri.

  • Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika zigot tumbuh diluar rahim yang pada umumnya menempel di tuba falopi. Kondisi tidak normal itu akan membuat wanita merasakan nyeri yang sangat sakit pada perut. Jika kamu mengalaminya, segeralah konsultasi pada dokter untuk mendapat penanganan seperti tindakan operasi.

 

Gangguan menstruasi

Setiap wanita pasti mengalami menstruasi, namum terkadang ada gangguan terjadi yang membuat aktivitas terganggu, seperti di bawah ini:

  • Dysmenorrhea

Kondisi Dysmenorrhea terjadi ketika haid merasakan nyeri. Ternyata 50-90% wanita mengalami kondisi itu.

  • Menorrhagia

Menorrhagia merupakan kondisi volume darah menstruasi sangat banyak di waktu yang lama.

  • Oligomenorrhea

Oligomenorrhea terjadi ketika wanita terbiasa mengalami menstruasi teratur dan tidak hamil tapi di  fase menstruasi berikutnya mengalami jadwal yang tidak teratur  bahkan melewati jadwal yang semestinya terjadi.

  • Amenore

Kondisi amenore dapat terjadi pada beberapa situasi seperti ketika sudah 14 tahun tapi belum memperlihatkan gejala pubertas, sebelumnya sudah mengalami menstruasi tapi terhenti begitu saja, dan ketika wanita tidak bisa memulai menstruasi setelah 3 tahun pubertas.

  • Toxic shock syndrome

Sindrom syok racun terjadi ketika tampon berada dalam vagina di waktu lama yang bisa melepaskan racun ke tubuh dari hasil infeksi bakteria dari tampon itu. Kondisi itu memunculkan demam, diare, muntah dan syok.

 

Gangguan aktivitas seksual

Penyakit organ reproduksi wanita bisa terjadi akibat gangguan aktivitas seksual yang tidak aman dan berbahaya, seperti di bawah ini:

  • Sexually transmitted diseases (STD)

Penyakit seks menular bisa terjadi ketika seseorang berhubungan intim dengan pasangan yang sudah mengidap penyakit menular atau ganti-ganti pasangan dalam berhubungan. Aktivitas itu menyebabkan munculnya penyakit seperti radang panggul, HIV/AIDS, HPV, sifilis, gonorrhea, dan herpes.

Sekarang sudah tahu kan girls gangguan yang dikeluhkan wanita seputar sistem reproduksinya. Semoga dengan memahami penyakit organ reproduksi wanita bisa terhindar dari penyakit reproduksi yang bisa menghambat aktivitas dan mimpi-mimpi kamu.

Untuk tahu info lebih lanjut seputar kesehatan reproduksi, stay tune di Missy.co.id ya girls.